Jumat, 18 Februari 2011

Manusia dan Kebudayaan


Mungkin di sini saya akan mencoba menjelaskan kembali apa itu manusia, kebudayaan dan ketergantungan mereka kedua dalam kehidupan bermasyarakat. Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani.
Manusia dalam masyarakat dapat digolongkan sebagai berikut :
Manusia sebagai makhluk budaya
Manusia dan peradaban
Manusia sebagai individu, makhluk sosial dan mahluk religius
Manusia dgn keragaman dan kesederajatan
Manusia dgn moralitas dan hukum
Manusia dgn sains dan teknologi
Manusia dan lingkungan.

Didalam kehidupan manusia di masyarakat adalah adanya interaksi antara manusia dengan manusia yg lain. Semua aktifitas dilakukan manusia oleh semua kalangan, semua golongan, semua umur dari manusia. Tidak memandang dia tua ataupun muda, miskin ataupun kaya. Pada intinya dilakukan oleh semua lapisan manusia di bumi ini.
 
istilah kebudayaan, atau secara campuran dan kebudayaan itu sendiri adalah dapat bisa kita artikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Pertumbuhan budaya manusia sangat dipengaruhi oleh banyaknya kebutuhan dan kemauan manusia yang tidak berkenaan untuk tergantung kepada alam semesta.
Tinggi rendahnya kebudayaan suatu kelompok manusia tertentu (misalnya suku) atau bangsa dapat diukir dari sejauh mana kelompok atau bangsa tersebut dapat memenuhi kebutuhannya dengan pemanfaatan pemberdayaan media yang dikembangkannya. Misalnya, masyarakat pra sejarah hanya menggunakan alat bantu kayu atau batu untuk mencari nafkah maupun mempertahankan kehidupannya. Mereka belum mengenal cara bercocok tanam atau beternak untuk penyedian bahan makanan, seluruh kebutuhan mereka masih tersedia di alam sekitar. Namun setelah jumlah manusia bertambah dan alam tidak mampu lagi menyediakan kebutuhannya, maka mannusia secara lambat laun menemukan teknologi sederhana sampai teknologi modern sebagai media pemenuhan kebutuhan. Keragaman budaya kebutuhan dan kemampuan manusia dalam memenuhi kebutuhannya merupakan perbedaan mendasar.

E.B Taylor, 1971 dalam bukunya; “Primitive Culture” mengemukakan bahwa “Kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat”, pendapat ini merupakan rumusan yang pertama kali diutarakan. Selanjutnya pada tahun 1952 Kroeber dan Kluckholn berhasil menginfentarisasi terhadap 150 defenisi kebudayaan yang dihasilkan oleh publikasi tentang kebudayaan selama lebih kurang tujuh puluh lima tahun. Kebudayaan bukanlah suatu benda dan bukan objek rekayasa karena dia adalah ungkapan dialog terus menerus yang berlangsung dalam masyarakat. Ciri khas dialog adalah kebebasannya. Dialog adalah keterbukaan yang satu terhadap yang lain, reaksi bebas dan khas atas komunikasi lawan bicara yang tidak dapat dipastikan sebelumnya. Kebudayaan hanya dapat berkembang dalam suasana terbuka dan bebas tekanan. Dalam sejarahnya, manusia memperlihatkan dua daya: Daya tahunya dan daya untuk mencapai yang diketahuinya. Daya tahu dan mau inilah yang disebut memanusiakan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar